Makassar Tidak Sekasar Itu Kawan

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu.

Postingan dibawah ini saya tulis sebagai bentuk keprihatinan saya terhadap pandangan yang kurang menyenangkan dari masyarakat daerah lain kepada kota saya yang tercinta ini, Makassar. Ada beberapa stigma-stigma negatif mengenai Makassar yang sudah sering saya dengar entah dari media ataupun pengalaman teman yang berkunjung ke daerah lain diluar Sulawesi.

Banyak yang mengatakan Masyarakat di Kota Makassar itu sangat kasar, entah dalam hal sikap maupun cara bicara. Saya 22 tahun tinggal di Makassar 101% tidak setuju akan pendapat tersebut. Maka untuk itu, dibawah ini akan saya tulisakan beberapa hal yang membuat masyarakat didaerah lain berpendapat Makassar Itu Kasar dan bagaimana saya pribadi menanggapi hal tersebut.

1. Nama Makassar
Banyak orang yang menganggap kata Makassar itu mengandung kata "kasar", padahal tidak demikian adanya. Kata Makassar sendiri sebenarnya berasal dari 2 kata, yang pertama itu "Mang" yang berarti Memiliki sifat atau yang terkandung didalamnya, kemudian kata yang kedua adalah "Kasarak", yang berarti wujud yang nampak, terang dan terlihat jelas. Jadi arti dari kata Mangkasara yang kemudian dibahasa Indonesiakan menjadi Makassar sebenarnya ialah Memiliki sifat yang jelas dan terbuka.

Kata "Kasar" memang langsung terbersit dipikiran ketika membaca tulisan Makassar ini, namun sekali lagi saya sampaikan kepada teman-teman, bahwa tidak ada satupun kata "Kasar" dalam nama Makassar ini, yang ada itu adalah "Kasarak" yang artinya nyata atau nampak.

2. Cara Bicara
Yang kedua mungkin yang menarik untuk dibahas ialah mengenai cara bicara orang Makassar. Cara bicara orang makassar memang saya anggap cenderung keras dan terkadang sedikit agak lantang. Namun keras bukan berarti kasar, dan biasanya mereka langsung berbicara pada pokok pembahasan dan tidak bertele-tele. Ada juga yang berpendapat, cara bicara orang Makassar itu ceplas-ceplos, yah bisa saja benar tapi juga bisa saja salah.

Jadi tenang aja kalau ada orang Makassar yang suaranya dalam berbicara agak besar, karena belum tentu ia sedang marah. Kalau dari penggunaan kata, orang Makassar memang sering juga mengucapkan huruf E pada awal kalimatnya ataupun ada penambahan huruf pada akhir kalimatnya. Misalnya mungkin ketika mereka mengatakan kata "disana, jangan, bilang, ataupun kata belum", nah kalau orang Makassar biasa mengucapkannya seperti ini, "disanai, janganki/janganko, bilangka/bilangko, ataupun belumpi/belumpa". Terlihatkan ada penambahan pada akhir kata diatas.

3. Media
Mengapa saya menganggap media merupakan satu hal yang membuat mindset "Makassar itu Kasar"?, karena ketika ada aksi-aksi entah yang dilakukan mahasiswa atau organisasi yang terdapat di Makassar, dalam hal ini yang mungkin berakhir bentrok dan sebagianya, maka media langsung saja memblow up kejadian tersebut. Bahkan saya melihat ada berita yang terkadang berlebihan yang biasa ditayangkan oleh beberapa media di Ibukota mengenai situasi Kota Makassar.

Wajar saja memang, dikarenakan berita negatif merupakan salah satu sasaran empuk pihak media yang pastinya dapat menaikkan rating media tersebut. Berbeda sekali ketika mahasiswa Makassar ataupun organisasi di Makassar melakukan hal-hal positif, tentunya media terkadang tidak tertarik untuk menyebarkannya. Sehingga saya pribadi menanganggap, bahwa media merupakan salah satu hal yang membuat paradigma kepada Masyarakat luar mengenai Makassar Itu Kasar.

Itu saja mungkin yang bagi saya penting untuk diketahui, dan kalau ada pengalaman teman-teman yang menarik untuk dibagi terkait mengenai Orang Makassar, yah ada baiknya dibagi, agar teman-teman yang lain bisa lebih mengenal orang Makassar bukan sebagai sebuah daerah atau orang yang kasar, namun lebih kepada orang yang ramah. Oh iya, kalaupun ada pengalaman yang kurang menyenangkan mengenai orang Makassar, sampaikan saja. Kan bisa jadi masukan juga bagi saya dan dapat menjadi bahan diskusi bagi teman-teman saya yang ada disini.

Terima Kasih

Endi
Kamis, Mei 2012


48 Komentar:

  1. Temen saya yang orang Makassar juga biasa. Ga kasar2 amat. Apapun sukunya, tergantung wataknya mau kasar atau halus. Katanya orang Batak juga kasar. Tapi, ada temen saya orang Batak, halus tuh cara ngomongnya, ga suka marah2 juga.

    BalasHapus
  2. Hemm gak juga sih, masa karena namanya makasar dibilang orangnya kasar? Itu mgkin hiperbola oleh media saja bang

    BalasHapus
  3. saya punya teman banyak orang makassar... tidak ada yang kasar kalau sudah kenal... mereka berbicara cukup terus terang dan sangat tegas dengan pendapatnya...  setuju dengan tulisan di atas.

    BalasHapus
  4. abang saya orang makasar ah, dan dia tuh sangat baik sekali...
    ngasi duit mulu, pengertian.. haha..

    itulah mungkin media yang nulis cm dari "katanya-katanya" doank..

    BalasHapus
  5. iya mas, terkadang memang media membuat judul yang menarik namun bisa menimbulkan arti yang berbeda bagi pembaca :)

    BalasHapus
  6. Yup betul skali mas, malah ada yang terkadang ngotot mempertahankan pendapatnya, cuman ga sampe emosi yah:)

    BalasHapus
  7. Perrnah juga saya kaget ada berita dari media yang katanya salah satu jalan di Makassar sedang ada aksi besar-besara, karena penasaran sayapun langsung menuju kesana, dan ternyata disana itu cuma ada beberapa organisasi yang lagi berorasi tapi ga besar-besar amat seperti yang diberitakan :)

    BalasHapus
  8. Kalau begitu abang Anda itu bukan kasar sama orang, tapi sama dompetnya ;P

    BalasHapus
  9. hahahahaaa..bener juga tuh:)

    BalasHapus
  10. temen ane juga ada yg dari Makassar juga gan :D

    BalasHapus
  11. 5f mas mnrut saya warga makasar (Kota Daeng)itu tegas,,bkan Kasar,, saya sngt s7 dgn asumsi mas yng no 3 ''karena ketika ada aksi-aksi entah yang dilakukan Mahasiswa/organisasi yang terdapat di Makassar'',,,saya  sndiri tnggal dilingkngan pesisir yng myoritas suku BUGIS WAJO bktnya baik2 mlah dh kyak sdara,,,,
    Di LAMPUNG timur smua warga mksar mmpunyai 1 organisasi Kerkunan warga mksar dan itu LEGAL...

    dan KONDRO ttp jd Favorit Sya..hehehe

    BalasHapus
  12. bisa jadi juga sih :)

    BalasHapus
  13. iya mas, banyak tuh orang yang menganggap Makassar itu kasar, padahal kami sama seperti yang lain. Berusaha ramah, masa ada orang yang marahnya tiba-tiba tanpa alasan, ga ada kan. Jadi baiknya pemikiran2 seperti ini dihilangkan, jadinya Makassar tidak tersudutkan lagi:)

    Konro emang enak mas, temannya COTO+KETUPAT 4:)

    BalasHapus
  14. WOW...blogazine lagi...mancap

    Beben Koben si bloglang anu ganteng kalemt ea \m/

    BalasHapus
  15. karena media slalu meng-expose makasar itu selalu berbau dengan kekerasan, jadi masyarakat indonesia mencap bahwa makasr itu penuh dengan kebrutalan,, sama seperti aceh dulu, yang daerah konflik, yang di expose perangnya aja, tapi sekarang giliran udah aman, gak muncul lagi, paling nanti kalau ada gempa muncul lagi beritanya,,hehehehe

    BalasHapus
  16. tampaknya beda tipis ya sama batak, org2 juga suka menilai kalau org batak itu kasar. padahal sih krn mereka kurang kenal saja sm org2 batak. tulisan yg spt ini menarik krn bs menjadi masukan bagi bbrp org yg judgemental atau yg memang tidak tahu apa2 ttg makasar :)

    BalasHapus
  17. media massa neh rata2 sering terlalu berlebihan dalam meng-eksposnya....

    BalasHapus
  18. ini akibat media yg selalu membesar2kan kejadian2 DEMO. Padahal kalo dilihat secara umum daerah2 lain juga sama kok kalu terjadi demo ya? Dari sini mestinya pihak2 media masa yg harus lebih bijak dalam menyiarkan berita.

    wilujeng ngeblog

    BalasHapus
  19. Hmm... katanya siy emang begitu Mas Endy!
    Tapi bukan berarti Ayas menganggap Orang Makasar seperti itu lo... 
    Karena Ayas belum pernah ketemu Orang Makasar satupun!!!
    Jadi Ayas GAK TAU Aslinya Orang Makasar itu kayak gimana gitu Mas...
    Hohoho... PizzZZ

    SALAM PERSAHABATAN SATU JIWA!!!
    ^_^

    BalasHapus
  20.  tiap daerah punya ciri khas masing2,,
    abaikan saja mereka yg tak suka :)

    BalasHapus
  21. Klo pengalaman Gue sama teman di makasar asyik" aja tuch...:)

    BalasHapus
  22. pungky prayitno29 Mei 2012 03.44

    dosenku yang orang makassar juga pernah ngejelasin ini sama aku. dia selalu di cap dosen galak cuma gara2 dia orang makassar, padahal mah baik banget :)

    BalasHapus
  23. Banyakk orang yang menganggap setiap kali kalau ada demo MAKASSAR yang paling ricuhh tetapi kan tidakk cuma dari media massa doang :v 

    BalasHapus
  24. Kontraktor bangunan1 Juni 2012 16.08

    menarik postingannya...

    BalasHapus
  25. Saya hidup di Jakarta, banyak bergaul dan berkawan sama orang Makasar, orang Batak, Madura dll, alhamdulillah aman2 aja, fine2 aja ....  tinggal bagaimana kitanya untuk bisa memahami keaneka ragaman budaya yg ada, jangankan dengan suku lain, sama2 Jawa, sama2 Betawi dll kalau orangnya terlalu "sensi", "jaim" dll mungkin jadinya gampang tersinggung.

    BalasHapus
  26. sebagai orang timur ya kang,, ane juga sedikit banyak agak terganggu soal stigma itu...
    daerah ane juga terkenal suka ribut...

    BalasHapus
  27. Tiap daerah memang pasti mempunyai kaenakaragaman budaya, mungkin itu yang dinamakan Bhineka Tunggal Ika. Dari perbedaan itu kita jadikan sebagai pintu kebersatuan umat ... :)

    BalasHapus
  28. Syukri Basri4 Juli 2012 17.12

    Saya orang Bugis-Makassar,seringkali tersinggung dengan pemberitaan media yang berlebihan.opini yang mereka angkat adalah orang Makassar brutal,emosional tertinggal pendidikannya.pemberiataan tersebut berakibat pembunuhan karakter orang Bugis Makassar.sebaiknya media tersebut di beri warning. karena pembunuhan karakter sama dengan membunuh semua orang Bugis Makassar.lebih kejam dari pada pembunuhan yang di lakukan wasterling yang jumlah nya kurang dari 500 orang.ingat karakter orang bugis makassar siri'mi wengkangeng tuo ri lino.

    BalasHapus
  29. Yaelah woles aja kali agan .... tergantung individu nya juga klw dia memang pikirannya sempit pasti mah apa - apa selalu memandang negatif ... lain halnya dengan orang yang berpikiran luas apa - apa selalu berpikiran positif ... kan ada pepatah inggris mengatakan "You can't see the forest for the tree" ... artinya kamu tidak bisa melihat hutan hanya dari pohonya saja ---> klw diperjelas hanya memperhatikan hal - hal kecil kamu tidak melihat secara keseluruhan ....

    Saya orang jawa tulen (Jawa barat, dan jawa tengah---> sunda dan jawa)
    Salam dari pulau jawa ... :)

    BalasHapus
  30. namanya juga berita ... di jakarta aja waktu rusuh pasti mengekpos peristiwa yang sedang terjadi ... sama hal nya di jakarta, di jakarta pun juga sama banyak yang demo bahkan sampe merusak properti umum ... Yang waktu di bekasi ribut betawi - ambon aja juga masuk berita kan ... saya juga orang betawi  lho dari kakek dari ibu saya yang orang sunda nah, kakek saya yang betawi  juga keturan sunda.... tapi waktu ribut ambon-betawi saya gk ikut karena gk jelas dan gk penting !!! Guru saya yang orang betawi aja bilang, "ngapain saya ribut - ribut gk jelas, makanya jadi orang tuh yang pinter agar tidak melakukan hal - hal bodoh" .... Jangalah membesar - besarkan masalah kecil, saya juga punya temen orang ambon ... saya tidak menganggap dia kasar malah baik, malah sering di jajann :p dan juga saya tidak menilai seseorang berdasarkan kelompoknya ... hehehe

    Disekolah saya aja banyak temen - temen dari buton, makasar, ambon, betawi, aceh, padang (di sekolah ane temen ane si irvan yang orang padang di panggilnya padang, kenapa di panggil padang karena yang nama nya irvan ada dua satu jawa satu lagi padang), cina sampe dari NTT juga ada ... inilah enaknya negara kita negara bhinneka tunggal ika, kita sedang menuju proses untuk saling bersatu dan saling memahami :) kita bisa saling mengenal manusia yang berbeda - beda di indonesia ini !!!!

    Disini mulailah kita belajar untuk melihat sesuatu dengan luas, jangan pernah melihat sesuatu dari satu sisi saja ... :)

    Peace damai.... :)

    BalasHapus
  31. sebenarnya logat macassar tdk casar
    tp agak  berbeda dengan berbicara yg benar dan baik
    dimana selalu saja kita mendengar kata2 yg asal dan aneh untuk kita dengar

    contoh:
    makan biasanya mrka bilang makang mie
    he... orang kira makan mie
    HAHA...

    BalasHapus
  32. Putra Makassar3 Oktober 2012 09.35

    Makassar Kota Tercinta.... Negeri timur Matahari terbit...Negeri Aman, Nyaman dan damai.... #Sukmaku di Tanah Makassar !!

    BalasHapus
  33. i love makasar
    q tdk setuju klu kota maksar thu d blnk kasar
    sebenary baik

    BalasHapus
  34. Mungkin mang dri logat bicarany kali ya..huruf konsonan yg dominan ditambah too much treble...klo dpikir msuk akal jg sih,suara ato nada bicara jg mmpngaruhi interaksi komunikasi..soalne kesannya klo dah cara bicara gitu ksannya mmbntak ato mmerintah pdahal gak gitu..yg dnger kaya dgertak..(Klo daerah laen nada/alunan) bicara gitukan biasany dpakai utk marah2)..ini sih mnurut saya..krn sy yakin smua invidu trbentuk karna lingkungan dan cara brpikir masing2..bgitu juga dsluruh daerah dan tmpat lainnya..trims

    BalasHapus
  35. Siapa bilang orang makassar kasar, yang bilang kasar itu orang yang gak pernah sekolah !!

    BalasHapus
  36. ada benarnya kok. asli makassar itu memang kasar orangnya, belum lagi suka menikam"palukka, dan agresif cepat tersinggung.....

    BalasHapus
  37.  Tapi kenyataannya orang makassar selalu terlihat di tv-tv sedang terlibat perkelahian dan sepertinya gampang tersinggung dan marah.

    BalasHapus
  38. itu sihh trinura lg curhat ye...

    hahahahahaa

    BalasHapus
  39. bukan kasar tapi suara yg besar sehingga orang-orang banyak mengartikan kasar.

    BalasHapus
  40. Humaidy Nur Saidy1 April 2013 08.08

    lihat nomor 3... tentang media
    sya aja udah liat kok, katanya di tv one ada kerusuhan di FO langsung...??? mana??? mana??? 
    klo demo juga cuma 1 titik dari triliunan titik dari luas makassar, emangnya makassar klo demo terbakar satu kota???? 

    BalasHapus
  41. Menurut saya Kasar itu tergantung acuan dan tempat, TerKadang Orang/media masa selalu melebih-lebihkan tanpa terjun langsung ke lapangan dan melakukan riset...

    BalasHapus
  42. saya baru beberapa hari tinggal dimAkassar spanjang saya bicara dgn org2 disini 75% saya dapati mereka yg bersifat kompromi dan respek dan 25% mereka tidak begitu respek kpd kami, tp apapun itu yg mw menerima kami yg dari jawa ini saya amat sangat berterima kasih. klo blh sedikit membandingkan seorang kasir, kasir di dept store, ato kasir makanan cpt saji dtempat saya mereka tlh dilatih customer servisenya saya tidak akan berpikir dmakassar ini tdk diberi TRAINING SERVICE munkin itu hanya tergantung SDM2nya saja.. mereka tdk hati2 dlm menjaga customernya, hampir tdk ada senyuman dan perkataan yg tdk mengenakan. ok lupakan yg demikian... spanjang perjalanan saya selalu mendapati sopir2 taxi yg alhamdulillah komprominya top.. org2 dijalanan (org jualan, warga skitar dsb) yg ramah, hampir tdk pernah terjadi hal2 yg tdk mengenakan, saya sangat menikmati ngobrol dgn org yg dluar dept store, tp skali lagi tdk smua org yg bekerja di dept store smua demikiann.. tidak.. ok skian komen saya mhn maaf sblmnya n terimakasih...

    BalasHapus
  43. sy org jawa n suami sy org makasar.dia suka selingkuh, tdk epduli anak istri n tiap kali bertengkar pasti memukuli sy.bahkan tdk jarang jg dia mau bunuh sya.suka bentak2 dan menjelek2an suku saya (jawa).Dan, ternyata 90% lebih klrganya jg sifat n karakternya ga jauh beda dg dia.suka kawin cerai.baik yg laki2 maupun perempuan.

    BalasHapus
  44. harus terbuka kawan. katanya arti dr makssar kan terbuka ya...berarti alo emang di kritik ya harus terima jga..toh juga kan emang sebagai orang yg dikritik memang tidak merasakannya yg justru merasakan orang lain...toh juga saya berlendapat kalau emang banyak orang yg berbicara seperti itu y emang kenyataannya seperti itu kecuali itu dikatakan hanya 1 orang saja
    pada intinya sy sependapat bahwa memang orang makasar itu kasar.bukan hanya dr omongannya tetapi dr sikap dan tindakannya....

    BalasHapus
  45. hahaha..kalau itu sih masalah mba sendiri..bukan karena suami mba yang makassar trus mw selingkuh, main ukul..emang mba yakin ama sikap mba sama suami yang udah baik?lagian kenapa mba mau nikah ma dia kalau tau makassar?knp baru setelah nikah bilang dia kasar?aahhh mba mungkin cari2 aja celah yg bisa jatuhin makassar..justru jawa yg terlalu berfikir negatif ke makassar..sy juga jawa dan setiap ngobrol sm teman yg sesuku malah mereka yang menjelek2kan suku lain, tp setiap bergaul ama teman yg non-jawa malah justru mereka2 yg lebih menghargai..udah deh mba jd org gak usah cari2 salah org, malu sy mba setiap dengar org2 jawa jelekin suku lain pdhl gak seperti itu..malu mba, malu punya org yg ber-suku jawa kyk mba yg selalu mw nyari celah u/menjatuhkan suku lain.

    BalasHapus


Ingin mengikuti artikel Pensil Endy, & mendapatkan update terbaru langsung
Klik untuk Kompas Dunia Maya. Peta Online dan Jasa Pembuatan Toko Online