Konsumtif atau Produktif

Ada teman yang membeli sebuah makanan yang ia sukai secara terus menerus, sedangkan teman yang satu berusaha membuat makanan yang ia sukai.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu.

Kali ini saya tertarik untuk berbicara mengenai tipe manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Disamping banyak ide-ide atau pendapat-pendapat menarik yang mungkin saja muncul dari pikiran teman-teman, mungkin juga ada pengalaman-pengalaman yang bisa kita jadikan pelajaran.

Kebutuhan menurut wikipedia adalah salah satu aspek psikologis yang menggerakkan mahluk hidup dalam aktivitas-aktivitasnya dan menjadi dasar (alasan) berusaha. Dengan adanya kebutuhan yang mesti dipenuhi, ada dorongan pada manusia untuk bekerja dan berkarya. Namun dilain pihak juga, ada beberapa manusia yang tidak bisa mengendalikan kebutuhannya, sehingga ia bisa saja terjerat hutang Ekonomi.

Mengapa demikian ?

Mungkin perbandingan dibawah ini bisa lebih memberikan gambaran lebih jelas mengenai hal ini.
Konsumtif
atau
Produktif
arah
Konsumtif
Orang yang bertipe Konsumtif akan lebih cenderung untuk memenuhi kebutuhannya dengan membeli sebuah barang. Mereka tidak pernah berpikir mengenai bagaimana barang itu dibuat, mereka lebih fokus tentang bagaimana memiliki barang tersebut.

Terkadang karena keinginannya untuk memenuhi kebutuhan yang sudah tidak bisa lagi ditahan-tahan, mereka cenderung membeli barang dalam jumlah yang besar dan pada beberapa kondisi seperti adanya Diskon dan berubahnya Trend, mereka membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu mereka butuhkan. Hal ini tentu saja bisa kita katakan pemborosan, yang lama-kelamaan kalau tidak ditangani bisa menimbulkan hutang ekonomi seperti yang tadi saya bilang.

Mengapa demikian, karena dana yang anda miliki untuk memenuhi kebutuhan anda, pasti lama-kelamaan akan berkurang, sedangkan tingkat kebutuhan anda semakin meningkat saja.
Produktif
Tipe yang satu lagi juga merupakan tipe yang memenuhi kebutuhannya dengan membeli barang juga seperti tipe Konsumtif tadi. Namun untuk kedepannya, mereka cenderung untuk berpikir, bagaimana untuk bisa membuat barang seperti ini, meskipun tidak mirip tapi setidaknya bisa memiliki fungsi yang hampir sama dengan yang tadi mereka pakai.

Orang-orang seperti mereka tidak bisa kita katakan orang yang memiliki keterbatasan dana, oh jangan. Karena bukannya mereka tidak mau membeli barang tersebut, namun mereka lebih menginginkan kedepannya untuk bisa memproduksi barang tersebut dan bisa jadi dari hasil itupulalah yang menjadi mata pencaharian meraka.

Pertamanya mereka memang sama-sama menggunakan barang, namun lama kelamaan tipe produktif ini menggeser dari yang tadinya mengeluarkan uang untuk membeli barang tersebut, menjadi barang tersebutlah yang menghasilkan uang buat mereka.



Jadi kembali lagi kepada anda, apakah kedepannya anda lebih berpikir untuk menjadi orang dengan Tipe Konsumtif yang lama-kelamaan mungkin saja bisa membawa anda pada kegagalan finansial atau malah menjadi seorang usahawan dengan Tipe Produktif yang dapat menambah investasi kehidupan anda kedepannya?

Terima Kasih dan & Semoga tulisan sederhana disore hari ini bisa bermanfaat bagi teman-teman.


21 Komentar:

  1. saya sih pengen menjadi yg produktif......dapet investasi kedepan dan dapat menjamin masa depan....CMIIW..ehhehe

    BalasHapus
  2. pola hidup konsumtif udah banyak di Indonesia,disukai ato tidak ,disadari ato tidak kita udah dijerat dengan pola idup konsumtif,kemajuan zaman dan hutang negara yg banyak membuat pendapatan malah menjadi minus MIRIS,dinegara kaya ini kita malah menghamburkan duit yg kadang tak kita sadari bang

    BalasHapus
  3. Konsumtif saat ini sedang menjadi trend dan pola hidup manusia sekarang. Itu sih baik baik saja, hanya butuh sebuah keseimbangan untuk berbuat sedikit agar lebih productive dan menghasilkan sesuatu yang lebih baik... nice post.

    BalasHapus
  4. Asmara Susanto26 April 2012 21.28

    wah keren mas, inget pelajaran IPS ni harus berhemat. sy suka yg produktif meskipun rada sulit diterapkan :D

    BalasHapus
  5. Waduh, merah kayak PDI...
    Di mata sampai sakitttt....

    BalasHapus
  6. iya mas, dengan demikian dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia juga loh:)

    BalasHapus
  7. Betul banget tuh, apalagi sekarang dengan perkembangan teknologi yang malah terkadang membuat beberapa orang "terhipnotis" untuk membeli, padahal sebenarnya mereka tidak terlalu membutuhkannya:)


    #smangat Kopizine mas..

    BalasHapus
  8. saran yang bagus neh mas:)

    Manusia sekarang lebih cenderung untuk menggunakan, apalagi dalam hal kemudahan, kagak mau susah istilah siingkatnya, namun dilain pihak kita memang mesti sadar akan hal ini, karena dampak kedepannya akan semakin baik kalau kita bisa mengurangi budaya konsumtif ini.Makasih mas dah berkunjung..

    BalasHapus
  9. Meski sulit, namun sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit toh mas:)

    BalasHapus
  10. hahaha..maaf deh Om, neh tak ubah jadi jadi lebih redup merahnya:)


    btw makasih banyak, saya suka neh klo ada yang kayak ginian.

    BalasHapus
  11. aku pilih pro aja dehh : )

    BalasHapus
  12. semakin banyak duit umumnya lebih konsumtif.  Aku pikir kembali kepada lingkungan keluarga, pengajaran dini kepada anak-anak mengenai gaya hidup perlu menjadi perhatian orang tua, kalau uang masih minta sama orang tua saja sudah berpola konsumtif, apalagi jika sudah mampu mencari uang sendiri.

    BalasHapus
  13. Superrr sekali pembahasannya...heh...he...he.... 
    Saya setuju dengan pendapat Pak die (Pak Aldy) ibarat fisika itu namanya ilmu tarik menarik, semakin besar kemampuan menarik benda maka semakin besar pula benda yang ditarik akan didapat. :)

    BalasHapus
  14. Hmm... Konsumtif atau Produktif itu merupakan hal yang relative bagi tiap Orang.
    Relative karena tidak semua Orang seperti itu, bisa seperti itu, atau menjadi seperti itu... bingung???
    ^_^
    Sepertinya banyak yang pengen jadi Orang yang Produktif, dan tidak mau dibilang Konsumtif...Termasuk Ayas sendiri.
    Tapi untuk menjadi Produktif tidaklah mudah. Karena rata-rata Orang mempunyai sifat yang cenderung Konsumtif. ( Lagi-lagi tidak semua Orang begitu). CMIIW

    Tuuh kan, Ayas rada bingung sendiri ( atau justru membingungkan? )neh!!
    Hwehehee..  PizZZZ

    BalasHapus
  15. Mungkin memang sejak dini perlu dibina dan diberikan pemahaman Om.

    Memang sih sudah menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan "jajan" bagi anak, namun orang tua juga perlu memberikan pembinaan bahwa suatu saat nanti si anak yang mesti mencari uang sendiri.

    BalasHapus
  16. super atau gimana neh mas Rudy:)

    Yah sama dengan hukum pendapatan juga sih mas, semakin besar tingkat pendapatan manusia, maka semakin besar juga tingkat kebutuhannya,  atau mungkin seleranya bisa jadi meningkat juga mas:)

    BalasHapus
  17. Yah disinilah tantangannya Bagio, memang sekarang ini kita seakan-akan "disuapi" dengan berbagai  barang-barang yang entah dari mana datangnya.

    Menjadi Produktif memang bukan hal yang mudah, namun kalau ada niat pasti suatu saat kita bisa mas:)#neh kayak kampanye aja..hehee

    BalasHapus
  18. kalu contoh di atas sebenernya Helda kurang setuju, toh utk memenuhi kebutuhannya itu dia harus cari duit. Itu artinya dia harus produktif. :)

    BalasHapus
  19. Kalau jajan sih, menurut aku malah harus En, selain anak-anak butuh konsumsi selama disekolah, kan kasihan kalau mereka sampai minder melihat temanya jajan (selama orang tua mampu).  Kalau anak-anakku, mereka malah memilih membawa makanan dari rumah.

    BalasHapus
  20. so far sih masih konsumtif niy. khususnya pada makanan, beli terus apalagi klo suka. sementara untuk membuat sendiri, kok malas? :D tapi klo barang sih, klo pun suka, ditimbang dulu, apa butuh? klo butuh ya beli, abis mo bikin gak bisa juga :D seperti hape keluaran terbaru yang gencar muncul, pengen punya, tapi bikinnya gak bisa, belinya pun tak sanggup. jadi? gigit jari aja hahaha

    BalasHapus
  21. aku usul. tambahkan donk arti dari konsumsi produktif. ku tertarik buka blok ini soalnya lengkap.
    makasih

    BalasHapus


Ingin mengikuti artikel Pensil Endy, & mendapatkan update terbaru langsung
Klik untuk Kompas Dunia Maya. Peta Online dan Jasa Pembuatan Toko Online