Ingin Bertindak Seperti Tikus?


Mungkin anda banyak menggeleng-gelengkan kepala ketika membaca judul diatas. Tetapi jangan salah paham dulu sebelum anda membaca artikel dibawah ini. Dan satu hal yang perlu anda sadari, bahwa segala yang diciptakan Tuhan dapat menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga bagi kita.
perilaku tikus
Apakah perbedaan antara naluri manusia dengan naluri seekor tikus?
Perbedaan itu digambarkan dengan jelas oleh Spencer Johnson dalam bukunya yang berjudul Who Moves My Cheese?. Dalam buku tersebut, diceritakan bahwa manusia pada dasarnya adalah makhluk yang terprogram melalui rutinitas. Tindakan-tindakannya dikendalikan oleh kebiasaan-kebiasaan. Artinya, manusia cenderung berorientasi pada masa lalu berupa kebiasaan-kebiasaan tersebut.

“Cheese” diartikan sebagai sesuatu yang dicari manusia. Bisa berupa kebahagian, makanan, rezeki, harta atau apa saja yang berupa keinginan manusia. Manusia ketika menemukan sesuatu, dan itu berulang-ulang selalu ada disana, iapun secara otomatis akan selalu datang kesana. Memang mula-mula anda membentuk suatu kebiasaan tetapi lama-lama kebiasaan itulah yang akan membentuk anda. Tapi bagaimana bila suatu saat “Cheese” itu tidak lagi disana? Betul!, manusia cenderung akan komplain, berteriak meminta siapa saja agar dapat mengembalikan Cheese tersebut.

Tetapi setelah berhari-hari cheese itu tetap tidak ada lagi disana, kemudian manusia akan diam dan berpikir bagaimana mengembalikan dan mendapatkan kembali cheese tersebut. Satu-satunya yang dilakukan adalah berharap, menunggu dan menunggu sampai menjadi tua agar cheese itu dapat kembali.

Lantas, bagaimana dengan tikus?
Tikus selalu digambarkan sebagai hewan yang cerdik dan rajin. Ketika Cheese itu tiba-tiba hilang, tikus tidak akan tinggal diam, melainkan terus bergerak dan mengendus-endus kedepan. Berhari-hari mereka mencari jalan baru, cheese yang diharapkan tak kunjung ketemu. Tapi tikus tidak pernah mengenal putus asa, mereka akan terus bergerak dan mengendus kedepan. Sampai suatu waktu, tikus menemukan cheese baru ditempat yang berbeda, karena tikus selalu bergerak dan tidak pernah putus asa, serta tidak takut untuk mencoba.

Maka apa yang patut kita jadikan pelajaran dari si tikus diatas ialah hendaknya kita sebagai seorang manusia tidak gampang putus asa, jangan biarkan diri anda menunggu sampai tua dan akhirnya renta. Beranikan diri anda untuk mencoba cara yang lain dengan jalan yang lain. Selalu ada jalan atas setiap masalah yang kita hadapi
( Change by Rhenald Kasali, Ph.D)

Belum ada komentar sejauh ini. Ingin menanggapi ?

Posting Komentar


Ingin mengikuti artikel Pensil Endy, & mendapatkan update terbaru langsung
Klik untuk Kompas Dunia Maya. Peta Online dan Jasa Pembuatan Toko Online